Advent 2 – Renungan

Renungan wk2

Kasih

Bahan Alkitab :  Matius 1:18-25, Lukas 2:1-7

  • Renungan diterjemahkan dari tulisan Courtney Joseph, Women Living Well

Saya menyukai natal. Itu selalu membawa saya kembali ke masa kanak-kanak saya di Jerman. Saya masih dapat membayangkan pusat kota Frankfurt yang dihiasi lampu-lampu dan pohon-pohon natal, bau almond bakar dan chestnut, dan rupa kue kering jahe raksasa dalam bentuk hati yang cemerlang dihiasi dengan warna-warni bekuan. Saya ingat berjalan pulang ke rumah dari pasar natal merasakan salju turun dengan ringan di jalan yang lengang di Frankfurt. Semuanya ini, entah bagaimana memperkuat rasa damai dan takjub yang saya nantikan sebagai kelahiran paling penting dari segala zaman; ketika kita merayakan Tuhan sendiri menjadi manusia. Ini adalah, dalam rasa yang sejati, kelahiran kasih.

Bayi yang tentangnya kita nyanyikan ini datang untuk sesuatu yang khusus, gelap sekaligus alasan yang indah. Dia lahir untuk mati. Dia yang adalah kudus datang untuk menyelamatkan yang kotor dan berdosa. Dia yang akan hidup dalam kesempurnaan hidup melakukan itu untuk mereka yang tidak dapat bernafas tanpa berdosa.

Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus AnakNya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup olehNya (1 Yohanes 4:9).

Sementara perayaan natal sungguh adalah perayaan dari kelahiran terpenting yang mungkin terjadi, perhatian kita seharusnya tidak berhenti pada bayi kecil yang mungkil di palungan. Kita perlu untuk selalu menaruh salib di benak kita karena di situlah letak karya terbesar kasih Allah dinyatakan.

Hati Allah sangat dipenuhi dengan kasih untuk kita, umatNya, yang Dia pilih untuk menjadi seperti yang Dia ciptakan, Bayi papa yang sepenuhnya bergantung pada manusia berdosa untuk memelihara dan membesarkanNya. Selama Dia bertumbuh menjadi seorang yang baik sempurna dan penyayang, Dia menghadapi keburukan dari pengkhianatan, kesepian, penderitaan dan kesakitan untuk menyelamatkan orang-orang yang bahkan tidak peduli. Ini adalah kasih.

KasihNya berlanjut melampaui salib. Dalam kasihNya Dia mengejar kita dengan gairah yang lembut yang tidak ditemukan di dunia ini. Dia memberi kita hati dan hasrat yang baru. Dia tidak pernah meninggalkan kita sendiri. Dia menghibur kita ketika kita paling memerlukannya, Dia mendengar doa-doa kita, Dia yang membuat kita bertumbuh dalam kesalehan dan mengerjakan segala sesuatu untuk kebaikan kita (Roma 8). Semuanya ini mencerminkan kasih kekalNya. Tapi bahkan kita tidak dapat berhenti sampai di sini. Siapa Kristus dan apa yang Dia telah perbuat untuk kita seharusnya membuat kita bertindak. Kita harus bermurah hati kepada sekitar kita karena Tuhan bermurah hati kepada kita. Kita harus menunjukkan belas kasihan kepada mereka yang menderita (bahkan jika itu terjadi karena ulah mereka sendiri) karena Kristus adalah belas kasih terhadap kita. Kita harus menemukan cara untuk mengasihi yang tidak layak dikasihi dan untuk memperhatikan kaum papa karena ketika kita melakukannya untuk orang lain kita memenuhi hukum dan merujukkannya pada Kristus.

Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah (1 Yohanes 4:7).

Masa Adven adalah waktu yang baik untuk kita berintrospeksi. Untuk melihat kembali akan semua hal yang Tuhan telah lakukan di dalam dan melalui kita. Ini juga waktu untuk mencari peluang-peluang untuk kita dapat membagikan kasih Allah yang ilahi dan mengagumkan tersebut kepada orang lain. Tapi introspeksi ini hanya akan berbuah dari pokok pohon pandangan kita pada Anak Allah.

Teruslah mengarahkan hati pada Yesus!

Dalam kasihNya,

Dita ~ SPPI

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s