Pengantar Kitab Bilangan

Rengekan dan keluhan adalah penderitaan bagi telinga-telinga yang harus mendengarnya. Kitab Bilangan mencatat kisah ketidakpercayaan – dan kesabaran Tuhan yang tiada batas bagi bangsa Israel. Mari bersama-sama kami – dan mereka – mempelajari kesalahan-kesalahan Israel. Kita mungkin dapat mengenali beberapa sikap yang sama di dalam hidup kita sendiri.

Tujuan: Kitab Bilangan menceritakan kisah bagaimana bangsa Israel bersiap untuk masuk ke Tanah Perjanjian, bagaimana mereka tidak taat, dan bagaimana mereka bersiap untuk mencoba lagi. Sebagaimana bangsa Israel, kita diberikan kesempatan kedua.

Penulis: Musa

Waktu: 1450-1410 BC

Latar belakang: Padang gurun Sinai dan tanah bagian selatan dan timur Kanaan.

Ayat Kunci: Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau; Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia. (Bilangan 6:24-25)

Kitab Bilangan dimulai dengan keturunan Israel yang mempersiapkan perjalanan mereka ke Tanah Perjanjian. Mereka telah menerima hukum Taurat – dan sekarang mereka harus melakukan sensus. Jadi, jumlah mereka harus dihitung (secara spesifik, jumlah para pria untuk perang). Lalu, orang-orang ini dikhususkan untuk Tuhan, dan dimulailah perjalanan itu.

Dengan dimulainya perjalanan, dimulailah keluh kesah. Bangsa itu merasa tidak senang, mulai dari makanan sampai kepemimpinan. Mereka sampai di Kadesh, dan dua belas mata-mata dikirimkan untuk mengintai. Sepuluh orang kembali dengan ketakutan. Dua orang, Yosua dan Kaleb siap untuk berperang dan memiliki apa yang Tuhan telah berikan pada mereka. Ketidakpercayaan menyerang perkemahan itu – dan karena ketidakpercayaan mereka itu, generasi saat itu tidak akan masuk ke Tanah Perjanjian – dan dimulailah pengembaraan. Akhir kitab ini mirip dengan permulaannya. Generasi yang baru bersiap untuk masuk ke tanah itu. Mereka dipisahkan dan dihitung.

Bagian-bagian dalam kitab Bilangan:

  1. Persiapan untuk Perjalanan (1:1-10:10)

Sensus dilakukan, orang-orang Lewi menerima tugas mereka, perkemahan dikuduskan dan mereka menerima instruksi untuk perjalanan mereka. Muncul topik tentang kekudusan (mirip dengan kitab Imamat) karena Tuhan ingin memastikan umat-Nya terpisah dari dunia ketika mereka memasuki bangsa-bangsa di sekitar mereka. Tuhan menginginkan umatnya kudus – bangsa yang dikhususkan bagi-Nya. Aplikasinya dalam hidup adalah bagaimana seharusnya kita, sebagai gereja, menjadi umat Tuhan yang dikhususkan bagi-Nya?

  1. Perjalanan Pertama ke Tanah Perjanjian (10:11-14-45)

Ketika mereka mulai berjalan ke Tanah Perjanjian – mereka mulai mengeluh. Dua belas mata-mata masuk ke tanah itu – sepuluh orang kembali dengan sikap tidak beriman, dan dua orang kembali dengan iman yang penuh. Untuk aplikasi dalam hidup kita, kita dapat berpikir tentang sikap kita akan kondisi di mana kita ditempatkan oleh Tuhan. Kita juga dapat melihat iman kita – apakah Tuhan meminta kita untuk melakukan sesuatu yang kita rasa terlalu besar untuk kita? Apakah kita melihat hidup kita melalui mata iman atau ketakutan? Ketika kita berjalan tanpa iman, kita merampas berkat-berkat Tuhan yang ada pada kita.

  1. Pengembaraan (15:1-21:35)

Ada hukuman atas ketidakpuasan dan kurangnya iman mereka. Kita melihat hal ini berulang-ulang di pasal-pasal di bagian ini. Ketika kita berjuang dengan ketidakpuasan dan ketidaktaatan, selalu ada konsekuensi atas tindakan kita. Apakah ada area di kehidupan kita yang perlu kita evaluasi?

  1. Menuju Tanah Perjanjian untuk Kedua Kalinya (22:1-36:13)

Di sini kita akan menemukan kisah Bileam – yang jatuh ke dalam pencobaan. Dia tahu apa yang benar, namun dia berbuat dosa. Kita perlu hati-hati supaya kita tidak hanya punya pengetahuan, tapi kita hidup dengan iman.

Melalui kitab Bilangan, kita melihat pengembaraan dan pemberontakan. Kita akan melihat iman kita lebih dalam. Apakah kita berada dalam pengembaraan – sebuah tempat dimana kita terjebak karena kita tidak hidup dengan iman kita?

Kitab Bilangan akan mengajak kita untuk berjalan bersama dengan bangsa Israel, untuk belajar dari kesalahan-kesalahan mereka, dan untuk melihat Tuhan kita yang sabar memberi kesempatan-kesempatan kedua, sebagaimana kita menuju Tanah Perjanjian akan kehidupan orang Kristen yang berlimpah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s