Pengantar Kitab Kisah Para Rasul

Kitab Kisah Para Rasul adalah kitab yang unik karena merupakan suatu transisi. Yaitu transisi dari periode Kristus -di dalam Injil- kepada periode gereja -di dalam Surat-surat. Dalam kitab Kisah Para Rasul kita melihat kenaikan Kristus dan awal dari suatu tugas yang besar yaitu menyebarkan Injil dari Yerusalem sampai ke ujung bumi –yang akhirnya sampai kepada kita hari ini.

Tujuan: Kisah Para Rasul ditulis sehingga kita dapat melihat kelahiran dan pertumbuhan gereja dan tindakan para Rasul.

Penulis: Lukas (yang juga penulis kitab Injil Lukas)

Waktu: Diperkirakan sekitar tahun 63-70

Ayat Kunci: Kisah Para Rasul 1:8  “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”

Dalam kitab Kisah Para Rasul, kita mulai dengan kenaikan Yesus, dilanjutkan dengan pelayanan Petrus, Di sana kita menemukan pembentukan dan perluasan gereja pada 12 bab pertama.

Kita juga melihat Saulus yang diubahkan dari seorang penganiaya gereja menjadi seorang misionaris gereja yang hebat. Kisah pertobatannya tertulis di pasal 9, namun kita baru akan melihat permulaan pelayanannya pada pasal 13.

Tema:

Ada beberapa tema utama di kitab Kisah Para Rasul yang tidak hanya mengajarkan pada kita tentang gereja mula-mula tapi juga berlaku untuk kehidupan kita sendiri sebagai orang percaya.

  1. Roh Kudus – Yesus berjanji pada murid-murid bahwa Roh Kudus akan datang. Roh Kudus datang dengan kuasa-Nya di pasal 2. Dia datang untuk menjadi penghibur kita, guru kita, dan Dia-lah kuasa dibalik semua tingkah laku kita sebagai orang percaya. Tidak ada yang dapat kita lakukan dengan kekuatan kita sendiri, semua oleh karena kuasa-Nya yang hidup di dalam kita.
  1. Gereja – Pembentukan dan pengaturan gereja lokal adalah alur cerita utama dan tema dari kitab Kisah Para Rasul. Gereja baru itu memiliki banyak masalah seperti halnya gereja pada masa sekarang. Kisah Para Rasul memberikan kita banyak contoh tentang bagaimana tetap bertahan sekalipun banyak masalah di gereja kita. Kitab ini juga banyak berbicara tentang pertumbuhan gereja.
  1. Misi / Bersaksi – Pada akhir setiap kitab Injil, Yesus memberikan pada kita sebuah tugas. (Matius 28:16-20, Markus 16:14-16, Lukas 24:44-53, Yohanes 20:21-23) Dengan pemikiran ini, kita tahu bahwa inilah tujuan gereja – untuk menyebarkan Injil! Kita harus memberitahukan pada orang-orang yang lain. Hal ini tidak hanya berlaku pada gereja lokal, tapi meluas ke seluruh gereja secara universal. Kita juga melihat di kitab Kisah Para Rasul, bahwa kita perlu bayar harga untuk memberitakan Injil, tapi iman kita akan diperkuat karena kita mengandalkan Tuhan pada saat-saat seperti itu.
  1. Penganiayaan – Gereja dan mereka yang mempertahankannya menderita banyak penganiayaan. Hal yang sama juga berlaku saat ini. Mereka yang memegang teguh doktrin dan keyakinan gereja mungkin ditentang atau dianiaya. Kitab Kisah Para Rasul memberi dorongan untuk berdiri teguh dalam iman kita, dan untuk mengingat mereka yang telah berdiri kokoh di depan kita.

Catatan Akhir

 Kitab Kisah Para Rasul akan membawa kita pada perjalanan iman. Kitab ini mengajak orang-orang Kristen untuk hidup di luar zona nyaman mereka dan berjalan dengan berani untuk membagikan Injil kepada dunia yang tidak berusaha untuk mengenal Allah. Kiranya kita dikuatkan oleh kisah mereka yang telah mendahului kita dan belajar bahwa kita juga dapat bertahan di zaman di mana Injil tidak lagi populer.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s